Mahasiswa Unpam Salurkan Donasi Gelombang II untuk Korban Gempa NTB

1-unpam-peduli-gempa-lombok

Tangerang Selatan (5/9/2018) : Universitas Pamulang salurkan donasi untuk korban gempa di Nusa Tenggara Barat, tepatnya Lombok dan Sumbawa. Penyaluran donasi melalui tim relawan gempa NTB yang dipimpin oleh Prof. Dr. Din Syamsudin, M.A. Total Donasi yang disumbangkan mencapai Rp 355.925.394. Donasi tersebut merupakan hasil sumbangan yang dihimpun dari mahasiswa sejak tanggal 29 Agustus 2018 sampai 4 September 2018.

Donasi tersebut merupakan donasi kedua setelah sebelumnya Unpam menghimpun sumbangan dari dosen dan menyalurkannya pada akhir Agustus 2018. Donasi kedua ini juga mendapat tambahan dari Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (H.C.) H. Darsono yang turut mendonasikan sebesar Rp 50.000.000.

Ketua tim relawan belum bisa hadir dalam serah terima donasi Unpam tersebut. Ketidakhadiran tersebut karena posisi beliau masih berada di Tarakan untuk menghadiri acara. Sebagai perwakilan dari tim relawan, mantan ketua PP Muhammadiyah itu mengutus 2 perwakilan dari tim relawan gempa NTB. Drs. A. Rahim Mahmud mewakili tim relawan gempa Sumbawa dan Ihsan Hamid, M.A.Pol. mewakili tim relawan gempa Lombok.

Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan di ruang kerja rektor Unpam Kampus I pukul 19.00 wib. Kegiatan tersebut berisi mendengarkan pemaparan kondisi lokasi gempa dan pemaparan kebutuhan mendesak korban gempa oleh masing-masing tim relawan. Baik relawan Lombok maupun Sumbawa sepakat bahwa donasi diutamakan untuk pembelian kebutuhan pokok mendasar seperti pakaian bayi, pakaian dalam dan terpal. Pembelian barang itu diutamakan karena banyak korban gempa yang belum memiliki pakaian ganti terutama balita.

“Kebutuhan mendesak saat ini berupa bahan pokok seperti beras sudah kami stok beberapa ton. Alhamdulillah harga beras masih stabil. Kami salurkan ke titik-titik yang sangat membutuhkan. Air bersih dan lauk pauk. Sementara yang paling mendesak selanjutnya (yaitu) terpal. (di Lombok) terpal naik 3 kali lipat. Untuk itu kami beli di sini”. Ujar ketua tim relawan Lombok, Ihsan Hamid.

Pembangunan Masjid dan Sarana Pendidikan

Gempa yang menerjang NTB sejak 29 Juli 2018 itu telah meluluhlantakkan seluruh bangunan di Lombok Utara, Lombok Timur, dan Sumbawa Barat. Semua rumah telah dinyatakan tidak layak huni. Bahkan Kantor Polres Lombok Utara yang baru saja diresmikan 9 bulan lalu yang menelan dana 28 milyar rupiah itu sudah tidak layak pakai dan harus dirobohkan. Termasuk puluhan masjid dan puluhan bangunan sekolah sudah tidak layak pakai lagi karena semuanya sudah rata dengan tanah. Untuk itu, warga dan relawan sepakat untuk membangun kembali sarana ibadah dan sarana pendidikan. Pembangunan tersebut dilakukan karena rumah tinggal dan sekolah negeri sudah dibangun pemerintah. Sementara untuk sekolah swasta belum mendapat sorotan. Untuk itu warga dan relawan berinisiatif membangunnya.

Ketua tim relawan Lombok dan ketua tim relawan Sumbawa meminta rektor Unpam, Dr. H. Dayat Hidayat, M.M. dan ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (H.C.) H. Darsono untuk meresmikan masjid yang rencana akan dibangun 2 bulan lagi.

“Jika Pak Rektor dan Pak Yayasan berkenan. Kami mengundang Bapak untuk turut serta meresmikan masjid yang akan kami bangun sekitar 2 bulan lagi”. Ujar Drs. A. Rahim Mahmud.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan donasi diawali dengan penandatanganan berita acara oleh rektor Unpam dan masing-masing ketua tim relawan. Selanjutanya Donasi ditransfer melalui rekening. Masing-masing untuk Lombok sebesar Rp 177.927.697 dan Sumbawa sebesar Rp 177.927.697. Rencana uang tersebut akan dibelanjakan segala kebutuhan di Jakarta. Hal itu karena harga tenda dan pakaian bayi di Jakarta tidak mengalami kenaikan. (MIS)