PKM Prodi Manajemen “MENINGKATKAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0”

WhatsApp Image 2020-07-10 at 13.35.35Gambar 1: Foto Bersama Saat PKM

Alhamdulilah, pada tanggal 4 Juli 2020, kami Dosen Universitas Pamulang, yang khususnya prodi manajemen S1, telah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat disalah satu Rumah Yatim yang beralamat Jl. RE. Martadinata No. 58 A Pamulang Tangerang Selatan, yang merupakan salah satu dari Tridarma perguruan tinggi. Dikarenakan acara dilaksanakan di masa pandemi covid-19, maka acara disesuaikan dengan protokol kesehatan. Karena disesuaikan dengan protokol kesehatan kita mengadakan tidak terlalu banyak peserta hanya sebagian kecil dari anggota yang ada di Rumah Yatim dan ditambah dengan lima orang dosen yaitu Dewi Sartika, S.E.,M.M, sebagai ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, dan  Sam Cay, S.E.,M.M., Ading Sunarto, S.E.,M.M, Raden Yety Sumiaty, S.E.,M.M, M Anton Nurhidayat, S.E.,M.M., sebagai anggota, serta diikut sertakan mahasiswi-mahasiwi Universitas Pamulang sebanyak dua orang.

WhatsApp Image 2020-07-10 at 13.35.35 (1)

Gambar 2: Foto Saat Penyerahan Plakat Anatara Tim PKM dan Mitra PKM

Karena tema PKM ini adalah Meningkatkan Disiplin dan Tanggung jawab peserta didik diera Revolusi industri 4.0 maka solusi permasalahan yang sering dihadapi oleh para guru atau para orang tua. Manfaat yang diperoleh setelah dilaksanakan kegiatan ini sebagai berikut. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan dasar untuk kegiatan selanjutnya demi kesempurnaan dan tercapainya hasil kegiatan yang lebih berkualitas, akurat dan bermanfaat. Bagi            siswa/ Santri,   membiasakan   diri       bersikap disiplin dan   rasa      tanggung jawab dalam            semua tugas dan         kegiatan   sehari          hari,     sehingga dikemudian  hari menjadi anak        yang    percaya  diri, berdisiplin,      memiliki budi  pekerti  yang luhur      dan rasa           tanggung         jawab   yang    tinggi terhadap tugas tugas yang dihadapinya.

Bagi Guru, sebagai dasar bagi guru bahwa dengan menerapkan disiplin dan tanggung jawab kepada siswa tentu akan dapat meningkatkan prestasi siswa di sekolah dan sebagai acuan bawa disiplin dan tanggung jawab tersebut perlu diberikan secara kontinu dan tetap diawasi dalam kesehariannya di sekolah. Disamping itu dapat mengatasi anak anak yang kurang berdisiplin dan kurang memiliki rasa tanggung jawab di sekolah, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

Bagi Sekolah/Yayasan, dengan tumbuhnya sikap disiplin dan rasa tanggung jawab siswa maka proses pendidikan dan pembelajaran akan dapat berlangsung dengan lancar dan pada akhirnya diharapkan akan tercapainya tujuan instutusional dengan baik.Dapat membuat kebijakan dan peraturan tata tertib sekolah maupun tata tertib kelas sehingga proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah berlangsung dengan lancar.

Setelah diberikan beberapa solusi, berikut merupakan metode pelaksanaan dari solusi tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Melalui kegiatan pembiasaan pembinaan keimanan dan ketaqwaan (Imtaq). Kegiatan pembinaan keimanan dan ketaqwaan warga sekolah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah secara rutin dan terprogram. Kegiatan ini dilakukan setiap awal hari dan sepanjang hari efektif dengan melibatkan semua warga sekolah yang terdiri dari siswa, guru sebagai tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah.
  2. Kegiatan literasi di awal hari sebelum kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diluncurkan Kemdikbud sejak tahun 2015. Dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Kegiatan literasi yang diterapkan di sekolah adalah kegiatan membaca non pelajaran 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan ini diluncurkan sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca pada peserta didik. Materi bacaan adalah materi yang berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Untuk memancing aktifitas dan kreatifitas anak, maka ada reward dengan sistem level bagi anak anak, dengan mendasarkan pada jumlah buku yang berhasil diselesaikan membacanya dalam satu waktu tertentu.
  3. Pembiasaan sikap kebangsaan dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai dengan program yang diluncurkan pemerintah, menumbuhkan sikap kebangsaan dan rasa cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, 5 (lima) menit setelah kegiatan literasi di awal waktu sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan inipun dilaksanakan di setiap kelas dengan sistem giliran yang memimpin dan berikutnya ditutup dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih yang ada di setiap kelas. Kemudian pada akhir waktu pembelajaran, sebelum dipimpin doa penutup kegiatan pembelajaran hari itu, dinyanyikan secara bersama lagu wajib nasional dengan judul lagu yang berbeda beda setiap hari. Berikut merupakan beberapa contoh pembiasaan sikap kebangsaan dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia antara lain :
  4. Sikap cinta lingkungan tempat tinggalnya, karena dengan memahami betapa banyak ragam tanaman yang ditemui di sekitarnya maka diharapkan akan tumbuh rasa bersyukur atas karunia Allah yang luar bisa berupa alam yang luar biasa pula. Sikap disiplin, yaitu mematuhi aturan main baik aturan selama mengikuti kegiatan maupun aturan dalam pencarian informasi dan pelaporan hasilnya. Sikap kerjasama yang solid dalam satu kelompok maupun dengan kelompok lain. Tanpa kerjasama yang baik maka tugas-tugas yang menjadi tanggungjawab kelompok tersebut tidak akan dapat terselesaikan dengan baik. Sikap tanggungjawab, terbina dalam kegiatan presentasi hasil dan pelaporan tugas selama mengikutin kegiatan. Semua kelompok di semua kelas mempunyai tanggungjawab membuat laporan, dengan demikian peserta didik dilatih untuk menyelesaikan tugas dari mulai identifikasi permasalahan sampai ke tahap pelaporan atas hasil pemberian tugas oleh guru. Di sisi lain dengan mendapatkan informasi dari hasil identifikasi dan kajian permasalahan, peserta didik dilatih untuk selalu menyadari betapa alam sekitar tempat tinggal dan lingkungan sekolahnya ternyata mempunyai potensi yang luar biasa, baik potensi wisata maupun potensi alam yang lainnya. Dengan demikian diharapkan rasa cinta lingkungan tempat tinggalnya ini akan tumbuh dan berkembang dan mendorongnya untuk menjaga kelestarian lingkungannya.
  5. Membangun komunikasi intensif dengan orang tua/ wali murid dan tokoh masyarakat peduli pendidikan. Komunikasi, merupakan satu kata kunci yang luar biasa dalam menciptakan jejaring pendidikan antar sekolah dengan orang tua/ wali peserta didik dan juga dengan masyarakat. Dengan melakukan komunikasi yang baik secara dua arah antara orang tua/ wali peserta didik atau bahkan multi arah, yaitu komunikasi antara orang tua/ wali peserta didik dengan pihak sekolah dan juga dengan para tokoh masyarakat dan unsur pemerintah, maka sangat dimungkinkan terbangun komunikasi yang baik dan meringankan untuk menuju sekolah yang menjadi harapan semua pihak. Semua unsur sekolah perlu kerja keras memang, baik dari sisi Guru, Kepala Sekolah, Karyawan, Orang tua/ wali siswa dan terutama siswa sebagai subyek pendidikan di sekolah. Tanpa kerja keras dari semua warga sekolah untuk bersama sama menumbuhkan tekad untuk membangun sikap disiplin dan bertanggung sejak dini di sekolah, mustahil usaha tersebut akan membuahkan hasil yang maksimal.

Demikianlah rincian acara Pengabdian Kepada Masyarakat yang kita laksankan semoga memberikan manfaat untuk semua.